| Ketersediaan: | |
|---|---|
| Kuantitas: | |
J55XFW975B
Jendela ganda
Parameter Utama
| Model | J55XFW975B |
| Pasangan Tiang | 1 |
| Tegangan Masukan | AC 7 Vrms |
| Frekuensi Masukan | 10.000Hz |
| Rasio Transformasi | 0,5 ±10% |
| Ketepatan | ±10' maks |
| Pergeseran Fase | 9° ±3° |
| Impedansi Masukan | (120 ±18)Ω |
| Impedansi Keluaran | (360 ±54)Ω |
| Kekuatan Dielektrik | AC 500 Vrms 1 menit |
| Resistensi Isolasi | 250 MΩ mnt |
| Kecepatan Rotasi Maksimum | 20.000 rpm |
| Kisaran Suhu Pengoperasian | -55℃ hingga +155℃ |
Konsep dan Fungsi Belitan
Berliku mengacu pada proses melilitkan kawat di sekitar inti untuk menciptakan jalur konduktif dalam perangkat listrik seperti transformator. Dalam konteks penyelesai, belitan adalah komponen paling penting yang bertanggung jawab atas konversi energi dan pembangkitan medan magnet.
Belitan Eksitasi
Belitan eksitasi adalah belitan primer dalam penyelesai, yang dirancang untuk menghasilkan fluks magnet yang diperlukan. Ia beroperasi dengan menerima catu daya berarus tinggi dan bertegangan rendah dan mengubahnya menjadi sinyal berarus rendah dan bertegangan tinggi. Kesederhanaan struktur belitan eksitasi adalah hasil dari fungsinya; biasanya hanya terdiri dari beberapa putaran kawat. Hal ini karena perubahan fluks magnet yang diperlukan untuk menginduksi secara signifikan lebih besar daripada tegangan yang harus dihasilkan, sehingga jumlah lilitan yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan dengan belitan tegangan.
Gulungan Tegangan
Belitan tegangan adalah belitan sekunder dalam pemecah masalah, terutama digunakan untuk mensuplai tegangan. Berbeda dengan belitan eksitasi yang menerima sinyal berarus rendah dan bertegangan tinggi dan mengeluarkan sinyal berarus tinggi dan bertegangan rendah. Konstruksi belitan tegangan lebih rumit, sering kali menampilkan ratusan atau bahkan ribuan lilitan kecil kawat di sekeliling inti. Pengaturan kompleks ini diperlukan untuk menghasilkan perbedaan tegangan yang diperlukan.
Perbedaan antara Jenis Berliku
Perbedaan antara belitan eksitasi dan belitan tegangan terletak pada struktur dan fungsinya:
Struktur: Belitan eksitasi lebih sederhana, dengan jumlah putaran yang lebih sedikit karena perannya dalam menghasilkan fluks magnet. Sebaliknya, belitan tegangan lebih kompleks, dengan jumlah lilitan yang lebih banyak untuk menghasilkan perbedaan tegangan yang diperlukan.
Fungsi: Belitan eksitasi berfokus pada penyediaan fluks magnet, menghasilkan keluaran arus rendah dan tegangan tinggi. Sebaliknya, belitan tegangan bertugas menyuplai tegangan, sehingga menghasilkan keluaran arus tinggi dan tegangan rendah.